Tidak Tertutup Kemungkinan Pelatih Asing Tangani Inggris

Judi Poker Online

Tidak Tertutup Kemungkinan Pelatih Asing Tangani Inggris

Boladiator.com – Kegagalan timnas Inggris melangkah lebih jauh di ajang Piala Eropa, membuat orang nomor satu di skuad The Three Lions, Roy Hodgson, mengundurkan diri. Hal ini membuat kursi kepelatihan timnas Inggris saat ini kosong. Saat ini FA (Asosiasi sepakbola Inggris) tengah meyakinkan untuk memilih siapa pengganti yang tepat.

Roy Hodgson mundur dari jabatannya di timnas Inggris hanya beberapa saat sesudah tim asuhannya disingkirkan Islandia di fase 16 besar Piala Eropa 2016. Hasil ini jadi kegagalan yang besar dan sangat memalukan bagi skuad Tiga Singa, terlebih mengingat mereka didepak oleh tim yang baru pertama kali berkiprah di ajang Piala Eropa.

Saat ini Inggris bakal mencari penerus tongkat estafet Hodgson. Petinggi FA, Martin Glenn menyatakan pihaknya hanya bakal konsentrasi mencari sosok yang tepat dan terbaik. FA pun tidak akan mempermasalahkan soal status kewarganegaraan. Sepanjang sejarah, satu-satunya pelatih The Three Lions yang berasal dari luar Inggris adalah Sven-Goran Eriksson (Swedia).

Tidak Tertutup Kemungkinan Pelatih Asing Tangani Inggris

“Kami bakal memilih pelatih yang paling baik untuk mengisi kedudukan ini. Kami tak bakal mempermasalahkan siapa saja mereka,” tutur Martin Glenn. “Saya disini tak akan mengulas siapa saja mereka. Ini bahkan belum sehari setelah kami terdepak dari kompetisi. Akan tetapi, saya telah memastikan kalau orang yang bakal terpilih adalah yang paling baik. Tentunya untuk mengusung pemain-pemain terbaik kami ini ke level yang lebih baik,” paparnya.

Glenn juga meminta maaf pada para pendukung timnas Inggris lantaran, tim yang mereka dukung secara penuh tidak berhasil melangkah lebih jauh lagi di ajang ini. Dia mengaku penampilan Wayne Rooney dkk memang jauh dari kata memuaskan.

“Ini merupakan satu pesan bagi semua para fans timnas Inggris menyusul penampilan kami di ajang ini: mohon maaf. Saat bicara masalah bebrapa pertandingan yang sungguh besar artinya, dalam soal kunci dari kompetisi ini, kami telah tidak berhasil meraih tujuan kami. Kami begitu kecewa dengan ini. Ya, Islandia adalah musuh yang sulit, namun kami tak bermain denagn level kami serta ini terang suatu hal yang harus kami perbaiki.”