Suarez Sempat Ragu Bisa Tampil Baik untuk Barcelona

Judi Poker Online

Suarez Sempat Ragu Bisa Tampil Baik untuk Barcelona

Boladiator.com – Sejak bergabung ke Barcelona dari Liverpool tahun 2014 lalu, Luis Suarez menjelma menjadi salah satu striker paling tajam di dunia. Namun saat pertama kali merapat ke Camp Nou, bomber asal Uruguay itu sempat ragu terhadap kemampuannya untuk bermain bersama Lionel Messi dan kawan-kawan.

Saat ini Luis Suarez telah menginjak musim kedua di Barca. Ia pun membuktikan kepada publik, bahwa tim Catalan itu tidak sia-sia memboyongnya dari Inggris. Padahal awalnya, Barcelona disebut-sebut berjudi lantaran membeli striker yang mendapat sanksi panjang akibat insiden penggigitan di Piala Dunia 2014 lalu.

Tapi di musim pertamanya, ia melakoni debut yang mengesankan. Memasuki musim kedua, kualitasnya semakin teruji. Bersama trio MSN (Messi, Suarez dan Neymar), mantan striker Liverpool membuat lini depan Barca menjadi yang paling tajam di dunia. Hebatnya lagi Suarez menjadi yang paling banyak mengoleksi gol diantara Messi dan Neymar.

“Saya memimpikan bermain di Barcelona, bahkan saya tidak percaya sebelumnya apakah saya mampu untuk menjadi pemain nomor 9 di Barca. Anda selalu bermimpi bermain di tim terbaik dan saat ini saya melakukan itu bersama Messi, Neymar, Iniesta, dan yang lainnya,” ujar Suarez dalam sebuah sesi wawancara di stasiun TV Jerman.

Suarez Sempat Ragu Bisa Tampil Baik untuk Barcelona

Di La Liga musim ini, Suarez sudah mencetak 26 gol. Meski tertinggal dua gol dari bintang Madrid, Cristiano Ronaldo, ia masih berpeluang menambah koleksi golnya dari beberapa pertandingan liga yang tersisa. Sementara Messi berada di urutan tiga daftar pencetak gol terbanyak dengan torehan 22 gol.

“Kami tidak memikirkan siapa yang membuat gol, yang terpenting adalah tim bermain bagus. Bersama Messi dan Neymar, kami sangat gembira. Tidak ada kecemburuan diantara kami. Semua berjalan secara natural.”

Suarez juga mengatakan dirinya bisa bermain lebih lepas bersama Barcelona. Tidak seperti di klub-klub sebelumnya yang justru sering memberinya tekanan.

“Saya merasa selalu dalam tekanan di klub sebelumnya. Saya selalu tertekan saat tim gagal menang, saya terlalu menyalahkan diri sendiri saat itu. Saat ini saya sudah mengangkat beban tersebut dan itu membuat saya lebih menikmati saat bermain,” tandasnya.