Simeone Tak Cocok Di Premier League

Judi Poker Online

Simeone Tak Cocok Di Premier League

Boladiator.com Pelatih Atletico Madrid saat ini, Diego Simeone, diyakini akan mendapatkan predikat pelatih yang membosankan ketika dia melatih klub Premier League. Hal ini terkait strateginya yang dinilai tak cocok diterapkan di Premier League yang mengandalkan pertahanan dan serangan balik cepat.

Penilaian tersebut diutarakan oleh rekan sesama pelatih, yakni Sam Allardyce yang juga merupakan pelatih Sunderland saat ini. Dia berkometar seperti itu bukan berati dia mengkritik Diego Simeone. Hanya saja, dia sedang beropini amat tinggi terhadap skema yang ia terapkan di Atletico Madrid.

“Simeone terlalu banyak bertahan jika dia melatih sebua tim,” kata Allardyce seperti dikutip BBC.

Atletico Madrid yang baru saja memenangkan laga leg pertama babak semifinal Liga Champions musim ini atas Bayer Munchen juga didapatkan akibat gaya bertahan yang diterapkan oleh Simeone. Gol dari Saul Niguez serta apiknya pertahanan Atletico kala meredam serangan bertubi-tubi milik Bayer diyakini menjadi kunci sukses Atletico mengalahkan juara Liga Champions lima kali itu.

Simeone Tak Cocok Di Premier League

“Bertahan merupakan sebuah seni dalam sepak bola. Namun, semua orang telah melupakannya. Itu merupakan sebuah seni strategi dimana ketika kita mencium serangan, manangkal umpan silang musuh, dan menekel tanpa melakukan pelanggaran, dan amat bagus jika kita bisa melakukannya,” tutur Allardyce.

“Seluruh pemainnya pun percaya akan hal itu. Kita bisa lihat Fernando Torres yang tetap ada di dalam kotak penalty lawan, dan mempercayakan lni pertahanan kepada rekan-rekannya. Permainan Torres tersebut tak pernah anda lihat ketika dia bermain untuk Liverpool dan Chelsea. Itu membuktikan bahwa Simeone telah merubah gaya permainan Torres ketika berada di timnya. Mereka juga sukses karena kebobolan lebih sedikit daripada tim lain dan cuma butuh satu gol saja untuk memenangkan pertandingan.”

“Orang–orang bisa saja mengatakan bahwa hal tersebut tidaklah menghibur. Namun, dalam sepak bola terkadang hal tersebut dibutuhkan untuk mencapai sebuah target. Hal itu yang kini diterima oleh Simone dengan berbagai pujian akibat strateginya itu. Namun, hal itu jelas tak cocok jika diterapkan di Premier League,” pungkasnya.