Sikap Dingin Mourinho Saat MU Jebol Gawang WBA

Judi Poker Online

Sikap Dingin Mourinho MU Jebol WBA

Boladiator.com Di laga melawan West Bromwich Albion, ada yang berubah dari manajer Manchester United, Jose Mourinho. Laga pertandingan yang merupakan lanjutan dari Liga Inggris yang berlangsung Minggu (17 Desember 2017) itu menjadi hal yang membuat dahi berkerut. Pasalnya, pria yang juga akrab disapa dengan sebutan The Special One nampak begitu dingin ketika menyambut gol yang dihasilkan timnya.

Laga tandang yang dilakukan Manchester United ke kandang West Bromwich Albion ini mampu menjebol gawang tuan rumah pada menit ke 27 yang dihasilkan Romelu Lukaku. Namun, kenyataan berkata lain. Ketika dilansir oleh media setempat, Mourinho yang ada di tepi lapangan sama sekali tidak melakukan selebrasi atas gol yang ditorehkan anak buahnya itu. Lukaku sendiri yang menjebol gawang WBA juga nampak dingin usai menorehkan golnya dan nampak tidak melakukan selebrasi.

Manchester United sendiri kembali menggandakan keunggulannya melalui Jesse Lingard di menit ke 35. Sedang tim tuan rumah sendiri pun berhasil memperkecil ketertinggalannya melalui gol yang dihasilkan Gareth Barry d babak kedua.

Menurut pengakuannya atas sikapnya yang dingin terhadap gol yang ditorehkan anak buahnya, bahwa dirinya tidak sedang merayakannya. Sejak 15 tahun lalu dikatakannya bahwa tidak ada yang lebih bahagia darinya ketika dirinya selalu merayakan gol. Ketika usia makin dewasa, maka dia mampu untuk mengendalikannya. Demikian pengakuan Jose Mourinho kepada awak media.

Sikap Dingin Mourinho MU Jebol WBA

Kembali ditambahkannya lagi, bahwa semakin punya banyak pengalaman, maka kondisinya akan seimbang. Hal itu berarti membuat seseorang itu tidak menjadi gila ketika berhasil memenangkan dan tidak menjadi depresi ketika kalah. Sebelumnya Mourinho juga dikenal sebagai seorang pelatih yang ekspresif. Dirinya tidak sungkan melompat kegirangan ketika golnya mampu meraih gol dengan merayakannya. Terlebih jika hal tersebut berlangsung di menit-menit akhir.

Kebiasaannya ini semakin terus berlanjut ketika dia menjadi pelatih Chelsea. Di tepi lapangan, Mourinho juga tidak jarang bersikap seperti layaknya anak kecil saat kegirangan ketika timnya mencetak gol. Seperti yang dituturkan Mourinho, bahwa semakin banyak pengalaman seseorang maka kondisinya pun makin stabil.

Banyak manajer yang ada dan berbeda ternyata juga tidak berubah. Sedang dirinya menyatakan telah berubah. Bila timnya mampu mencetak gol di menit akhir, maka dia akan berlari. Namun saat gol terjadi di menit 20-an dengan skor 1-0 hal itu menandakan waktu masih panjang, dan permainan masih terus berlangsung.