Senangnya Pep Guardiola

Judi Poker Online

Senangnya Pep Guardiola

Boladiator.com – Pep Guardiola merasa begitu bangga setelah Manchester City berhasil mengalahkan Napoli di tengah pekan ini. Hal tersebut karena Napoli disebut sebagai tim terbaik yang pernah dia lawan dan sangat menyulitkan.

Manchester City sendiri pulang dari lawatannya ke markas Napoli, Stadion San Paolo di laga lanjutan Liga Champions pada hari Kamis (2/11/2017) dini hari WIB dengan kemenangan 4-2. Hasil tersebut kemudian meloloskan The Citizens ke fase gugur Liga Champions musim ini. Di laga tersebut, Manchester City terus mendapatkan tekanan dari Napoli sejak menit awal. Gempuran bertubi-tubi dari Napoli akhirnya berbuah hasil di menit 21 ketika Lorenzo Insigne mencetak gol ke gawang The Citizens.

Namun kemudian Manchester City berhasil bangkit dan berbalik unggul lewat dua gol dari Nicolas Otamendi dan John Stones untuk membawa Manchester City unggul 2-1. Napoli sendiri sempat memberikan perlawanan. Penalti dari Jorginho di menit 62, berhasil membuat laga imbang. Namun pada akhirnya Manchester City berhasil menambah dua gol lagi lewat Sergio Aguero dan Raheem Sterling. Pep Guardiola sendiri mengaku tekanan yang dilancarkan Napoli di 20 menit awal membuat Manchester City tidak berdaya. Maka ketika pada akhirnya Manchester City bisa meraih kemenangan, Pep Guardiola begitu merasa senang.

Senangnya Pep Guardiola

“Mengalahkan Napoli dua kali dalam dua pekan adalah prestasi yang begitu hebat. Mereka mungkin adalah tim terbaik yang pernah saya hadapi dalam karir saya. Kami mencoba untuk memblok sayap kiri mereka. Namun mereka lebih dahulu ada di sana dan terlalu kuat. Mereka membantai kami selama 20 menit. Saya senang dengan reaksi kami khususnya setelah imbang 2-2 karena Bernado Silva menjaga bola dan mengalirkannya” tutur Pep Guardiola.

“Saya sangat merasa bangga karena saya tahu tim yang kami kalahkan. Saya jatuh cinta kepada Napoli dengan cara mereka membuat operan dan mereka tidak memberikan kami waktu untuk berpikir di 20 menit pertama. Kami tidak memiliki keberanian. Kami adalah tim yang sangat mirip. Kami suka memegang bola. Siapapun yang melakukannya dengan baik akan menyulitkan lawan” tambah dari sang manajer.