Pengumuman Manajer Baru di Tengah Musim Tak Baik untuk City

Judi Poker Online

Pengumuman Manajer Baru di Tengah Musim Tak Baik untuk City

Boladiator.com – Pertengahan musim lalu Manchester City telah mengumumkan nama manajer baru yang akan menggeser posisi Manuel Pellegrini musim depan. Hal tersebut dianggap cukup berpengaruh pada para pemain The Citizens.

Setelah diberitakan tidak akan memperpanjang kontrak bersama Bayern Munich, Pep Guardiola memang menyatakan dirinya tertarik untuk membesut tim asal Inggris. Petinggi City pun telah memastikan bahwa mantan manajer Barca itu akan menjadi arsitek anyar The Citizens musim depan.

Setelah diumumkan bakal dibesut manajer baru, Manchester City justru memiliki kesempatan untuk meraih banyak gelar juara musim ini bersama Pellegrini. Masih ada kesempatan untuk meraih treble bagi City yang sekaligus akan menjadi hadiah perpisahan bagi sang manajer.

Manchester City sudah meraih trofi pertama mereka di musim ini. Setelah menaklukkan Liverpool akhir pekan lalu, City menyabet gelar Piala Liga Inggris yang kedua di bawah asuhan manajer asal Chile. Selain itu The Citizens juga masih bersaing menguber gelar juara Premier League dan Liga Champions.

Di ajang Premier League, sementara ini City masih berada di posisi keempat klasemen dengan 47 poin, tertinggal 9 poin dari Leicester City. Secara matematis City masih mungkin bisa mengejar ketinggalan dari The Foxes.

Pengumuman Manajer Baru di Tengah Musim Tak Baik untuk CityPengumuman Manajer Baru di Tengah Musim Tak Baik untuk City

Sedangkan di Liga Champions, City akan segera melakoni laga kandang menghadapi Dynamo Kiev, dengan bekal kemenangan 1-3 di leg sebelumnya. Dengan demikian The Citizens memiliki kans yang sangat besar untuk pertama kalinya melaju ke babak 8 besar Liga Champions.

Mengenai kondisi Manchester City saat ini, mantan manajer The Citizens, Sven Goran Eriksson punya pendapat sendiri. Penunjukkan manajer baru pada pertengahan musim dinilai berdampak kurang baik bagi skuad City.

“Manchester City masih memiliki kesempatan untuk meraih gelar juara Premier League. Suatu hal seperti ini tak pernah baik diungkapkan pada pertengahan musim,” ujar Eriksson dilansir oleh The Sun.

“Ini merupakan kondisi yang tidak nyata. Anda memiliki tim dan Anda tahu bahwa Anda hanya bersama mereka dalam beberapa bulan ke depan. Saya pernah melsihat itu ebelumnya dan itu hampir tak pernah berdampak baik,” imbuhnya.