Musim Dele Alli Telah Berakhir

Judi Poker Online

Musim Dele Alli Berakhir

Boladiator.com – Dele Alli pada akhirnya resmi mendapat skors dari FA usai insiden pemukulan terhadap pemain West Bromwich Albion, Claudio Yacob. Ia juga dipastikan tidak akan tampil lagi di sisa tiga pertandingan musim ini.

Kejadian yang melibatkan Dele Alli serta Yacob itu berlangsung di White Hart Lane pada awal minggu ini, Selasa (26/4) dinihari WIB, saat Tottenham Hotspur melayani West Brom. Pada laga tersebut, Alli tertangkap kamera TV melepaskan pukulan ke perut Yacob. FA pun segera bertindak dan mendakwa peraih penghargaan Young Player of the Year PFA itu.

Seperti dilaporkan BBC, Alli menerima dakwaan tersebut. Pemain tengah yang baru berusia 20 tahun itu pun di pastikan tidak bisa membantu timnya dalam tiga laga terakhir musim ini, di mana Spurs bakal melawat ke markas Chelsea, menjamu Southampton, serta berlaga di kandang Newcastle United.

Sebenarnya Alli bermain impresif di musim ini. Dari 33 kesempatan bermain yang diberikan oleh Mauricio Pochettino di musim debutnya di Premier League, ia sudah menceploskan 10 gol serta membantu 9 assist. Atas catatan itu, tak heran jika Asosiasi Pesepakbola Profesional Inggris (PFA), menganugerahinya gelar pemain muda terbaik untuk musim 2015/16.

Musim Dele Alli Berakhir

Sayangnya tingkah Alli di lapangan terkadang masih terlalu emosional. Bahkan Pochettino pun pernah memperingatkan agar pemain mudanya itu bisa lebih mengatur emosinya saat bertanding.

Untuk saat ini Tottenham Hotspur masih ketinggalan tujuh angka dari Leicester City di puncak klasemen. Andaikata Leicester berhasil menang atas Manchester United di Old Trafford, Minggu (1/5) lusa, pupus sudah harapan Spurs untuk mengangkat trofi liga musim ini.

Akan tetapi, jika Leicester kalah dari Setan Merah, Spurs juga mesti menang saat bertandang ke Stamford Bridge untuk menghadapi Chelsea, Selasa (3/5) dinihari WIB. Dengan demikian peluang Spurs untuk menjungkalkan Leicester dari puncak klasemen masih tetap terbuka, meski tersisa dua pertandingan.

Di sisi lain, Manchester United sendiri tak mau dipermalukan oleh The Foxes dan tidak ingin membiarkan ada tim lain yang berpesta juara di stadion kebanggan mereka.