Masih Banyak Kejutan dari Lionel Messi

Judi Poker Online

Masih Banyak Kejutan dari Lionel Messi

Boladiator.com – Pep Guardiola, pelatih lama Barcelona yang sangat formatif, pernah bicara kalau dia sudah kehabisan pujian untuk Lionel Messi. Kalimat tersebut ia katakana 4 tahun yang lalu ketika Messi menjadi panutan beberapa tim klub lain yang dinilai cukup bergaya. Messi memiliki teknik-teknik cekatan yang membuat penampilannya selalu gemilang, seolah-olah rekor-rekor sepak bola lah yang mengejar Messi dan bukan sebaliknya. Dimasa depan, masih banyak piala-piala kejuaraan yang belum ia raih.

Apakah Lionel Messi akan membuat kejutan lain lagi untuk penggemarnya? Yaa, dan mungkin bakal sering, di Camp Nou, Messi menunjukkan sesuatu yang belum pernah mereka lihat sebelumnya pada Sabtu malam itu. Kejutan licik menjelang akhir paruh kedua pertandingan yang brilian dari laga para pemimpin dan pemenang, terutama dari pemain ajaib mereka yang bernomor punggung 10. Messi mengeksekusi sebuah penalti kontra Celta Vigo, dengan skor 3-1. Ia bisa melakukannya sendiri, tapi lebih memilih untuk memberikan umpa tersebut ke Luis Suarez. Innovatif? Jelas. Mencari perhatian? Sepertinya begitu.

Akan banyak kritik yang bakal menyebutnya sombong dan sedikit berlebihan. Keahlian unik milik Barcelona untuk mengontrol lawan-lawannya, dan kesiapan dari pemain-pemain berbakat untuk menggoda saingan-saingan mereka dalam duel bisa menjadi agak mendebarkan. Neymar dan Dani Alves lebih sering kena tuduhan pamer kemampuan, dimasa lalu hal seperti ini suka dibesar-besarkan. Tetapi Messi jarang mendengar tuduhan tersebut karena keahliannya yang kreatif.

Masih Banyak Kejutan dari Lionel Messi

Teknik yang dilakukan Messi untuk membawa Barcelona juara 4-1 atas Celta sebelumnya pernah digunakan oleh top skorer Johan Cruyff, dulu pemain Barcelona, dan rekan satu timnya di Feyenoord, Jesper Olsen, mereka saling mengoper dari kotak penalti sebelum Cruyff akhirnya mencetak gol. Hal Hal itu diperbolehkan ketika pemain yang melakukan penalti mengoper bola kedepan dan semua pemain kecuali yang berhadapan dengan penjaga gawang berada diluar area tersebut ketika tendangan dilakukan. Tapi belum pernah ada yang mencoba mencetak penalti secara langsung: itu terlalu beresiko. Dua orang pemain Arsenal Thierry Henry dan Robert Pires memiliki kasus yang sama di tahun 1990an, namun rencana mereka gagal.