Martin O’Neill: Belgia Sedang Terluka

Judi Poker Online

Martin O’Neill, Belgia Terluka

Boladiator.com – Takluk dari Italia di match day pertama grup E Piala Eropa 2016 dinilai telah membuat Belgia seperti ‘hewan yang terluka’. Hal itu diutarakan oleh pelatih timnas Republik Irlandia, yang akan menjadi lawan kedua Belgia di grup ini. Di mana O’Neill juga telah mempersiapkan timnya dengan penuh. Tim besutan Marc Wilmots pun perlu momen kebangkitan untuk bisa berbicara banyak di pentas bergengsi Benua Biru ini.

Belgia memulai Piala Eropa 2016 menjadi timnas dengan rangking FIFA tertinggi di Eropa, yakni posisi dua. Selama tiga bulan pertama tahun 2016, tim berjuluk The Red Devils bahkan bercokol di puncak rangking FIFA. Ditambah lagi dengan deretan pemain papan atas Eropa yang mengisi skuad Wilmots, hal itu membuat Belgia menjadi salah satu favorit tim yang punya potensi membuat kejutan pada kejuaraan musim panas ini.

Walau demikian, Eden Hazard dkk justru memperoleh hantaman pertama sesudah menyerah dari Italia dengan dua gol tanpa balas. Italia terlihat begitu ‘senior’ di depan ‘juniornya’, Belgia. Mereka pun terpaksa menjadi juru kunci sementara di klasemen grup E, setelah menjadi satu-satunya tim yang belum meraih angka. Pasalnya Republik Irlandia dan Swedia sama-sama menuai satu poin di laga pertama.

Martin O’Neill, Belgia Terluka

Untuk menjaga kans lolos ke perempat final, sekaligus membuktikan ekspektasi publik pada mereka, bukanlah tanpa alasan bila Belgia dipastikan sangat berambisi mendapatkan tiga poin saat menghadapi Republik Irlandia pada 18 Juni yang akan datang. “Belgia merupakan timnas yang luar biasa, betul-betul hebat,” kata pelatih Republik Irlandia, Martin O’Neill.

“Mereka punya pemain-pemain yang berbakat di tim, sama seperti tim lain di kejuaraan ini. Mereka adalah tim yang sangat berbahaya, apalagi saat ini lantaran mereka seperti ‘hewan yang terluka’. Mereka pasti bakal menyulitkan kami, dan kami mesti kembali bermain dengan motivasi tinggi serta determinasi yang sama. Kami akan berupaya mengoptimalkan waktu yang ada.”

“Mereka bakal menurunkan pemain-pemain yang bisa menghantam kami. Bila mereka telah kecewa saat kalah dari Italia, pasti mereka akan segera bangkit,” katanya.