Marcelo Lippi Tak Pernah Mengira Zidane Bakal Jadi Manajer

Judi Poker Online

Marcelo Lippi Tak Pernah Mengira Zidane Bakal Jadi Manajer

Boladiator.com – Pelatih Guangzhou Evergrande, Marcello Lippi pernah menangani Zinedine Zidane saat masih aktif jadi pemain dulu. Namun Lippi sama sekali tidak menyangka bahwa Zidane bakal menjadi manajer saat ini.

Lippi pernah menangani Zinedine Zidane saat masih menjadi pemain Juventus pada pertengahan tahun 1990-an silam. Ia juga pernah menangani pemain asal Prancis lainnya, yakni Didier Deschamps, yang saat ini juga telah menjabat sebagai pelatih timnas Prancis.

Kendati demikian, Lippi memiliki penilaian yang bebeda mengenai dua pemain tersebut. Menurut Lippi, Deschamps memang sudah menunjukkan tanda-tanda bakal menjadi seorang pelatih sejak dulu. Tapi tidak demikian dengan Zidane. Maka dari itu Lippi sempat terkejut saat mengetahui Zidane ditunjuk menjadi pelatih Real Madrid untuk menggantikan Rafael Benitez di pertengahan musim ini.

“Saya tidak pernah menduga kalau Zidane akan jadi pelatih. Saya pernah menangani Deschamps yang telah terlihat memiliki cikal bakal jadi pelatih sejak awal, tapi Zidane tidak terlihat seperti itu,” ujar Lippi pada L’Equipe.

Lippi adalah orang yang merekrut Zidane dari Bordeaux ke Juventus pada musim 1996. Dari situlah karier Zidane semakin bersinar. Bersama Si Nyonya Tua, Zizou telah meraih dua trofi Serie A, satu gelar Piala Super UEFA serta satu Piala Interkontinental.

Marcelo Lippi Tak Pernah Mengira Zidane Bakal Jadi Manajer

Meskipun tidak menunjukkan bakat menjadi pelatih sejak dulu, Lippi yakin Real Madrid bisa sukses dengan tangan dingin Zidane. Namun legenda Prancis itu membutuhkan waktu untuk mengimplementasikan ide-idenya.

“Saya percaya Zidane bisa sukses bersama klub sebesar Real Madrid,” kata Lippi.

“Zidane paham betul dengan keadaan psikologi para pemain bintang, baik saat meraih kemenangan ataupun saat kalah. Saya pikir sekarang masih terlalu dini untuk memberikan penilaian.”

“Dia ditunjuk menjadi manajer di pertengahan musim ini, dan itu pasti sulit. Dia membutuhkan pramusim untuk bekerja secara maksimal bersama para pemainnya serta mengimplementasikan idenya. Orang-orang mungkin akan meremehkan dia, saya yakin itu. Publik lebih fokus pada Cristiano Ronaldo di lapangan dan melupakan bahwa Zidane adalah pelatihnya,” tambah mantan pemain Sampdoria itu.