Kekecewaan Pochettino Di Saat Terakhir

Judi Poker Online

Kekecewaan Pochettino

Boladiator.com Sejak dipastikan tak bisa merengkuh gelar juara Premier League musim ini, Tottenham Hotspur memetik hasil-hasil yang kurang baik. Arsitek Spurs, Mauricio Pochettino mengakui bahwa timnya sangat menurun dari segi mental. Itulah mengapa Spurs berbeda dengan laga-laga sebelumnya.

Tottenham Hotspur menutup Premier League musim ini dengan hasil yang buruk. Diharapkan untuk bermain minimal dengan hasil imbang, Spurs malah terjungkal atas Newcastle United dengan kekalahan 5-1. Yang lebih menyedihkan, Spurs juga harus bermain dengan 10 pemain, yang menyebabkan mereka kebobolan tiga gol terakhir di laga itu.

Tak hanya itu, seolah bencana yang diterima oleh klub London Utara tersebut belum habis, Spurs juga harus menerima kenyataan bahwa mereka harus disalip oleh Arsenal yang di laga lain berhasil memetik tiga angka. Kini, sang rival menduduki peringkat kedua dan menggusur Spurs dari sana untuk menempati posisi tiga klasemen akhir.

Padahal, untuk menjadi runner up di musim ini, Spurs minimal harus mendapatkan hasil imbang. Namun pada kenyataanya, mereka tak bisa memenuhi ekpetasi menimal yang telah ditargetkan, malah mereka kalah telak. Praktis, mereka pun tak bisa finis di bawah sang juara musim ini dan harus puas di posisi ketiga. Mereka juga belum bisa memecahkan rekor finis di atas Arsenal yang sudah bertahan sejak tahun 1995.  Spurs kembali harus menunggu hingga musim depan untuk bisa memecahkan rekor tersebut.

Kekecewaan Pochettino

Dengan target yang dinilai sangat buruk tersebut, Mauricio Pochettino menilai hal tersebut disebabkan oleh pertandingan atas Chelsea yang berakhir imbang 2-2 lalu. Sejak laga itu, memang Spurs sudah tak bisa lagi mengejar perolehan poin milik Leicester City, yang artinya mereka harus merelakan gelar juara jatuh ke tangan The Foxes. Hal itulah yang dinilai Pochettino sebagai penurunan mental yang dialami oleh anak asuhnya.

Sebagai catatan, sejak diimbangi Chelsea, mereka terus kalah di dua laga selanjutnya, ketika melawan Southampton dan Newcastle United. Ini merupakan satu-satunya kekalahan beruntun milik Spurs di liga.

“Kami memiliki peluang untuk menang atas tim yang telah terdegradasi. Namun keunggulan jumlah pemain yang untuk Newcastle, menyebabkan kami tak bisa menang atas mereka. Ini adalah hari terburuk saya sebagai manajer dan saya sangat kecewa,” ungkap Pochettino kepada BBC.