Inggris akan Tampil Pede Meski Berada Di Sisi Yang Berat

Judi Poker Online

Inggris Pede Meski Sisi Yang Berat

Boladiator.com Lolos sebagai runner up grup membuat Inggris harus berada di kelompok yang sulit di babak knock out. Namun, manajer mereka, Roy Hodgson tak mempermasalahkan ini. Dia yakni bahwa timnya masih akan bisa mendapatkan hasil yang posistf dan memiliki kepercayaan diri yang lebih.

Inggris memang gagal finis sebagai juara grup B, setelah kalah saing dengan Wales. The Three Lions hanya mengoleksi lima poin dari tiga laga di fase grup. Di partai terakhir, mereka harus dipaksa bermain imbang dengan Slovakia 0-0, yang mana di laga terakhir lainnya, Wales justru sanggup membantai Rusia dengan tiga gol tanpa balas.

Sebagai konsekuensi finis sebagai runner up grup, kini mereka pun tergabung di sisi yang berisikan tim-tim kuat, sepeti Perancis, Jerman, Spanyol dan Italia. Namun mereka agak sedkit beruntung karena akan berhadapan dengan Islandia di babak 16 besar, karena mereka termasuk tim yang kurang pengalaman di Piala Eropa kali ini. Meski begitu Inggris juga harus tetap waspada terhadap Islandia yang sudah menunjukan tren positif mereka di laga fase grup.

Di sisi lain, Wales yang berhasil menjadi juara grup, menempati kelompok yang bisa dibilang lebih ringan dibandingkan kelompok di mana Inggris berada. Jika mereka mampu melewati hadangan Republik Irlandia, maka rival-rival berat yang harus mereka hadapai ialah Belgia, Portugal dan Kroasia saja.

Inggris Pede Meski Sisi Yang Berat

Roy Hodgson juga mengamini bahwa hasil yang didpatkan timnya memang tak memuaskan. Namun di sisi lain, dia tetap yakin bahwa mereka sangat percaya diri menghadapi laga fese knock out, meski berada di kelompok yang terbilang berat.

“Hasil tentu menjadi sebuah prioritas utama. Jika anda tak mendapatkan hasil di sebuah turnamen seperti ini, maka anda pastinya akan sangat kecewa,” kata Hodgson kepada FA TV.

“Sebelumnya kami adalah sebuah tim favorit, dan bahkan banyak sekali yang mendukung kami. Sejujurnya kami sudah berupaya untuk melakukan itu semua. Namun apa dikata, kemampuan kami ternyata sangat tidak relevan seperti apa yang terjadi di lapangan. Pada akhirnya, kami harus rela berada di posis kedua, demi lolos ke babak selanjutnya.”

“Meksi sulit, namun sejauh ini suasana di kamp pelatihan baik-baik saja. Kam ingin mengalahkan tim mana pun, meski pada awalnya terasa berat bagi kami,” tutupnya.