Eder Membungkam Kritikan Publik

Judi Poker Online

Eder Membungkam Kritikan Publik

Boladiator.com – Italia sukses melenggang mulus ke babak 16 besar setelah menuai enam poin di dua laga terakhir. Gol semata wayang Eder menjadi penentu pada saat Italia membungkam Swedia dengan skor tipis 1-0. Pemain Inter Milan itu pun berhasil membungkam kritikan publik. Eder menjebol gawang Swedia setelah 87 menit bermain imbang tanpa gol. Tepatnya di menit ke-88, gol penyerang 29 tahun membuyarkan semua harapan Swedia.

Pada laga yang berlangsung Jum’at (17/6) malam WIB itu, para pendukung Italia bersorak merayakan kemenangan sekaligus satu tiket ke babak gugur. Gol yang dibuat oleh Eder sekaligus menjadi jawaban atas keraguan publik yang selama ini ditujukan kepada sang pemain. Ia sempat menuai kritik lantaran bukan asli orang Italia, melainkan keturunan Brasil.

Apalagi jika menilik gol-gol yang dibuatnya di level klub, Eder memang tidak terlalu superior. Bersama Inter Milan, Eder pun gagal mendapatkan tempat utama. Ia baru bisa menyumbangkan satu gol dari delapan pertandingan yang ia mainkan. Tapi dengan pertimbangan sendiri, Antonio Conte memanggilnya untuk mengisi skuad Gli Azzuri.

Eder Membungkam Kritikan Publik

Awalnya, para fans Italia menilai Eder tidak layak dipanggil ke timnas. Namun, seluruh keraguan dan kritikan publik berhasil dibungkam oleh Eder dengan penampilan yang luar biasa tadi malam. “Dalam dunia sepakbola, tentu saja akan ada momen yang buruk. Akan tetapi setelah itu, akan muncul momen yang luar biasa dan itu sangat setimpal,” kata Eder.

“Di Inter Milan, saya memang tidak mendapat kesempatan bermain reguler. Tapi di rumah, aku bekerja keras agar bisa memiliki kebugaran yang sempurna dan saya rasa itu semua telah terbayar lunas,” tambahnya. Alhasil, dengan gol Eder, Italia kembali difavoritkan menjadi salah satu kandidat juara, selain tim tuan rumah, Prancis, Jerman, Spanyol, dan Inggris.

Kendati demikian, Eder menolak saat diminta untuk membahas kans juara Italia. “Kita nantikan saja bagimana kiprah kami di sini. Hal yang paling penting adalah kami tidak pulang dengan penyesalan seperti apa yang disebutkan oleh pelatih.”