Diego Simeone Mendapat Tawaran Menangani Inter

Judi Poker Online

Diego Simeone Tawaran Menangani Inter

Boladiator.com – Javier Zanetti tak menyangkal sangat mengharapkan Diego Simeone untuk melatih timnya. Untuk Zanetti, pria berusia 46 tahun itu merupakan sosok yang ideal untuk menjadi manajer Inter. Simeone adalah satu diantara manajer paling baik di Eropa pada saat ini. Di bawah asuhannya, Atletico Madrid berhasil bertransformasi jadi tim yang disegani di Spanyol dan Eropa.

Sepanjang lima musim mengatasi Atletico Madrid, eks pemain tengah timnas Argentina itu berhasil menghadirkan satu lima trofi, masing-masing satu La Liga, Copa del Rey, Piala Super Spanyol, Liga Europa, dan Piala Super Eropa. Sukses mengukir prestasi fantastis berbarengan Los Colchoneros membaut Simeone dilirik banyak tim elit Eropa.

Belakangan ini giliran mantan timnya sendiri, Inter Milan yang tertarik menggunakan layanan Diego Simeone. Terlebih, pihak La Beneamata disebut-sebut akan selekasnya memecat Roberto Mancini. Di sisi lain, Zanetti menyebutkan kalau kedudukan Mancini menjadi manajer tetap masih aman saat ini. Tapi mantan kapten Inter itu juga tidak menampik bila ia begitu menginginkan Diego Simeone menukangi Inter Milan.

Diego Simeone Tawaran Menangani Inter

“Roberto Mancini merupakan manajer kami pada saat ini, serta saya menghormatinya. Jadi selayaknya saya tak bicara tentang manajer lain,” kata Zanetti. “Akan tetapi pada hari esok, saya dapat memikirkan bila Simeone bisa bereuni dengan Inter Milan,” lanjut pria berusia 42 tahun itu.

Diego Simeone pernah menjadi pemain Nerazzurri dalam periode 1997 sampai 1999. Dia berhasil menceploskan 14 gol dari 85 laga di semua ajang. Simeone juga menjadi bagian dari Inter Milan yang berhasil menyabet gelar juara Piala UEFA 1997/98. Dari pihak Simeone sendiri, ia juga mempunyai hasrat untuk kembali ke Inter suatu saat nanti. Namun ia belum tahu pasti kapan hal itu bisa ia wujudkan.

Musim lalu Simeone berhasil membawa Atletico Madrid kembali ke partai puncak Liga Champions. Namun seperti final yang sama dua tahun lalu, lagi-lagi ia dan timnya mesti takluk dari rival sekota, Real Madrid. Kali ini melalui cara yang lebih menyakitkan, usai Cristiano Ronaldo menjadi penentu kemenangan Los Blancos di babak adu penalti.