Costa Rindu Bertanding Dengan Pepe dan Ramos

Judi Poker Online

Costa Rindu Bertanding Pepe Ramos

Boladiator.com Pertarungan antar tim sepak bola bukan hanya berlangsung untuk merebutkan posisi tertinggi dan mendapatkan poin paling banyak. Pertarungan dalam lapangan tersebut berlanjut ke antar pemain yang memiliki visi dan misi untuk menjadi pemain terbaik dalam membela skuadnya tersebut. Hal ini memang terdengar sangat wajar.

Apalagi di beberapa kesempatan yang menunjukan bahwa pemain dengan sangat intens ingin memperlihatkan kemampuan yang dimiliki oleh dirinya masing-masing dan menciptakan berbagai peluang untuk bisa memenangkan pertandingan dengan mencetak gol terbanyak. Hal ini dirasakan pula oleh penyeran The Blues, Diego Costa.

Salah satu pemain andalan Antonio Conte ini mengaku bahwa ia sangat merindukan pertarungannya ketika melawan Atletico dan Real Madrid di Spanyol.

Ia menjelaskan bahwa kerinduannya ini karena melihat gaya permainan mereka di lapangan yang kian meningkat, apalagi pertandingan melawan Real Madrid ini dianggap menjadi salah satu pertarungan sengit antara dirinya dengan dua bek Real Madrid sendiri, yakni Pepe dan Sergio Ramos.

Adanya persaingan ketat di lapangan ini bisa mencipatkan sebuah permainan yang kotor, dalam hal lain bahwa ketiga pemain tersebut dapat mengeluarkan trik dan cara licik/ nakal dalam  lapangan. “Saya sangat menyukai pertandingan ketika berhadapan dengan Real Madrid, apalagi ketika berhadapan dengan Pepe dan Ramos.

Costa Rindu Bertanding Pepe Ramos

Menurut saya, “itu adalah pertarungan yang sangat bagus, dimana kami selalu berusaha untuk menciptakan masalah dan tensinya yang tinggi, dan hal tersebut bisa membuktikan siapa yang memiliki mental paling bagus di lapangan”. Ujarnya kepada Sports TV baru-baru ini.

Ia juga mengatakan kepada media bahwa pertarungan antara dirinya dengan Pepe ataupun dengan Ramos ini hanya berlangsung di lapangan saja, dan pertarungan ini murni setia. Dimana, mereka sama-sama memberikan yang terbaik untuk membela skuad terbaiknya dan bermain dengan totalitas yang tinggi, tidak adanya teman lama yang membuat mereka lemah dalam menghadapi lawan.

Namun, disamping itu. Ia juga menjelaskan bahwa pertandingan tersebut adalah murni. “Ketika berada di lapangan, kami bertigas menyadari bahwa ini adalah pertandingan yang intens, setelah pertandingan selesai maka kami selalu bersalaman, dan bercanda gurau dari hasil pertandingan sebelumnya”.