Komentar Artem Dzyuba Terkait Kerusuhan Di Piala Eropa

Judi Poker Online

Artem Dzyuba Terkait Kerusuhan

Boladiator.com Dampak dari kerusuhan yang terjadi antara suporter Rusia dan Inggris memang hanya merugikan pihak Rusia saja. Oleh karena itu, penyerang Rusia, Artem Dzyuba berkomentar bahwa media-media Inggris-lah yang membuat hal itu terjadi. Dzyuba menilai media Inggris mamiliki pendapat tak objektif dan memiliki unsur-unsur politik di setiap beritanya.

Seperti yang kita ketahui, beberapa hari lalu suporter Inggris dan Rusia terlibat bentrokan di jalanan kota Marseille sebelum dan sesudah laga antara Inggris dan Rusia beberapa hari lalu. Kerusuhan tersebut lantas berlanjut di dalam stadion seusai laga yang berakhir imbang 1-1 itu.

Seusai laga, terlihat sekelompok suporter Rusia datang dan menyerbu ratusan suporter Inggris di tribun. Insiden ini yang kemudian mambuat UEFA menjatuhkan peringatan keras terhadap Rusia, bahwa jika kejadian ini terjadi lagi, maka Rusia akan didiskualifikasi dari gelaran Piala Eropa 2016.

Kejadian ini-lah kemudian yang membuat beberapa media Inggris menjadikannya sebuah berita. Namun, banyak yang menilai bahwa media-media Inggris tersebut hanya menyorot tajam kerusuhan itu dan potensi terjadinya bentrokan lagi di luar stadion. Salah satu hal yang ditonjolkan ialah pergerakan suporter Rusia yang begitu terorganisir untuk melakukan penyerangan, termasuk memberikan sejumlah keterangan bahwa mereka menggunakan sejumlah senjata pada saat kericuhan.

Artem DzyuArtem Dzyuba Terkait Kerusuhanba Terkait Kerusuhan

Hal inilah yang kemudian dikomentari oleh Dzyuba yng menilai adanya hal yang tak berimbang dalam pemberitaan media-media Inggris tersebut. Dia menilai bahwa berita yang dikembangkan oleh media Inggris hanya memojokan Rusia saja. Dzyuba juga yakin bahwa peranan dari suporter Inggris juga tak kecil. Pemain yang memiliki tinggi 196 cm itu yakin bahwa suporter Inggris juga memiliki peran yang besar dalam terjadi bentrokan tersebut.

“Saya benar-benat tak menyangka bahwa media-media Inggris hanya memberitakan satu sisi saja. Mereka hanya memberikan keterangan, seakan-akan para suporter Inggris adalah skelompok malaikat yang baik, dan menjadi korban dalam kerusuhan tersebut,” kata Dzyuba seperti yang dikutip Sky Sports.

Dzyuba juga yakin bahwa berita yang dimuat media Inggris ini berkaitan dengan Rusia yang akan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2018.

“Kita bisa melihat bahwa apa yang dilakukan media-media Inggris ini adalah berbau politik. Mungkin saja mereka ingin mnegambil alih Piala Dunia dari Rusia. Ini hanya soal politik,” katanya.